12 December 2009
VIVAnews - Aksi memperingati hari antikorupsi sedunia hari ini, Rabu 9 Desember 2009 di Makassar berakhir rusuh.
Terjadi bentrok antara mahasiswa pengunjuk rasa dan polisi di depan halaman kantor Gedung Gubernur Sulawesi Selatan.
Bentrok mengakibatkan sejumlah fasilitas umum di sekitar kantor Gubernur Sulawesi Selatan hancur. Pengunjuk rasa juga melempari restoran waralaba, Kentucky Fried Chicken (KFC). Kaca jendela restoran itu pecah. Kendaraan pribadi yang parkir di depan restoran juga jadi sasaran.
Tak hanya itu, massa juga merusak mobil patroli polisi di Jalan Sam Ratulangi.
Salah satu koordinator aksi mahasiswa, Iskandar Idrus mengatakan kerusuhan itu tidak direncanakan.
"Karena aksi ini direncanakan damai, tapi ada sedikit benturan di lapangan," kata dia, seperti ditayangkan tvOne, Rabu malam.
Mahasiswa, kata dia, kecewa karena tak bisa menemui Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.
Iskandar berdalih, ada faktor psikologis yang mendorong mahasiswa melakukan kekerasan. "Mustahil ada asap jika tak ada api," kata dia.
Kata dia, ada oknum atau pihak memprovokasi mahasiswa. Siapa oknum itu? "Sejauh ini belum berani justifikasi oleh karena saat itu ada kerumunan massa , belum berani justivikasi. Tapi, ada oknum atau pihak yang provokasi," kata dia.
Sebelumnya, Kapolres Makassar AKBP Totok Triwibowo mengaku tidak menduga adanya penyerangan dari para pengunjuk rasa yang tujuan awalnya memperingati hari antikorupsi sedunia. "Kami tidak menduga akan insiden ini, padahal mereka sudah berjanji akan aksi damai," kata Totok Triwibowo kepada VIVAnews.
Padahal, lanjut dia, Polisi juga sudah menempatkan sejumlah personelnya. untuk itu, Polisi akan mengsusut dan mencari tahu siapa provokatornya. Tapi, hingga kini dia belum mencurigai siapa orang yang menyulut api sehingga terjadi keributan.
"Belum, kami masih menyelidiki dan belum mencurigai siapa biang kerok aksi anarkis itu," tuturnya.









